An-Naajiya Berikan Dukungan kepada Keluarga Anak Yatim di Simpang Tiga, Kab. Pasaman Barat
20 Oktober 2025
Yayasan An-Naajiya melaksanakan kunjungan sosial kepada sebuah keluarga di kawasan Simpang Tiga, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Keluarga tersebut terdiri atas seorang ibu dan empat anak yang harus melanjutkan kehidupan setelah sang ayah meninggal dunia.
Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi keluarga sekaligus mendengarkan kebutuhan yang sedang mereka hadapi. Dalam dokumentasi kegiatan, perwakilan yayasan berbincang dengan sang ibu dan anak-anaknya di tempat tinggal mereka.
Sang ibu menceritakan perjuangannya dalam memenuhi kebutuhan keluarga setelah kepergian suaminya. Ia kini menjadi penopang utama bagi keempat anaknya dengan berjualan kelapa muda.
Penghasilan dari usaha sederhana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. Di tengah keterbatasan yang dihadapi, sang ibu tetap berusaha menjalankan tanggung jawabnya serta menjaga anak-anaknya agar dapat melanjutkan kehidupan dengan baik.
Bertahan melalui Usaha Kelapa Muda
Berjualan kelapa muda menjadi salah satu usaha yang dijalankan keluarga untuk memperoleh penghasilan. Usaha itu dilakukan dengan kemampuan dan sumber daya yang tersedia setelah keluarga kehilangan sosok kepala rumah tangga.
Kondisi tersebut membuat sang ibu harus menjalankan beberapa tanggung jawab sekaligus. Selain mencari nafkah, ia juga harus mendampingi, merawat, dan memenuhi kebutuhan keempat anaknya.
Dalam percakapan bersama tim yang berkunjung, sang ibu menjelaskan perjalanan kehidupan keluarganya dengan terbuka. Penjelasan tersebut memberikan gambaran mengenai perjuangan seorang ibu yang harus membangun kembali kehidupan keluarga setelah ditinggalkan suaminya.
Meskipun menghadapi keadaan yang tidak mudah, keluarga tersebut tetap berusaha menjalani kehidupan secara mandiri. Semangat untuk bertahan terlihat dari usaha yang terus dijalankan demi mencukupi kebutuhan anak-anak.
Masih Menempati Rumah Milik Pihak Lain
Selain menghadapi keterbatasan penghasilan, keluarga tersebut masih tinggal di rumah yang bukan milik sendiri. Kondisi tempat tinggal menjadi salah satu kebutuhan penting yang perlu mendapat perhatian.
Rumah bukan hanya menjadi tempat berlindung, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk tumbuh, belajar, dan menjalani aktivitas sehari-hari. Kepastian tempat tinggal yang aman dan layak dapat memberikan ketenangan bagi keluarga dalam menjalani kehidupan.
Yayasan An-Naajiya mendengarkan langsung penjelasan keluarga mengenai kondisi tersebut. Kunjungan lapangan diperlukan agar kebutuhan penerima manfaat dapat dipahami secara lebih tepat sebelum menentukan bentuk dukungan yang sesuai.
Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga amanah para donatur. Setiap bantuan diharapkan dapat disalurkan berdasarkan kondisi nyata dan kebutuhan paling mendesak dari keluarga yang dikunjungi.

Mendengarkan Kebutuhan Secara Langsung
Kegiatan sosial tidak hanya diwujudkan melalui penyerahan bantuan. Mendatangi keluarga, mendengarkan cerita mereka, dan memahami kondisi yang dialami merupakan bagian penting dalam membangun pelayanan yang manusiawi.
Dalam kunjungan tersebut, perwakilan Yayasan An-Naajiya duduk dan berdialog bersama keluarga. Percakapan berlangsung sederhana dan penuh kekeluargaan tanpa menjadikan kesulitan keluarga sebagai bahan yang merendahkan.
Kunjungan juga menjadi kesempatan untuk memberikan dukungan moral kepada sang ibu dan anak-anak. Perhatian dari masyarakat diharapkan dapat menguatkan mereka dalam menjalani masa setelah kehilangan anggota keluarga.
Yayasan memandang bahwa keluarga dengan anak-anak yatim membutuhkan perhatian yang berkelanjutan. Dukungan dapat diarahkan pada kebutuhan pokok, pendidikan anak, penguatan usaha keluarga, maupun kebutuhan tempat tinggal berdasarkan hasil verifikasi dan kemampuan program.
Mengajak Masyarakat Menumbuhkan Kepedulian
Kisah keluarga tersebut mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap anak yatim dan orang tua yang berjuang sendiri memenuhi kebutuhan keluarganya. Bantuan yang diberikan secara tepat dapat membantu mengurangi beban sekaligus menjaga kemandirian penerima manfaat.
Dukungan masyarakat tidak selalu harus diberikan dalam jumlah besar. Kepedulian dapat dimulai dengan memperhatikan kondisi keluarga di sekitar, membantu sesuai kemampuan, serta menyalurkan donasi melalui lembaga yang dapat dipercaya.
Yayasan An-Naajiya berupaya menjadikan setiap kunjungan sosial sebagai dasar untuk memahami kebutuhan masyarakat secara nyata. Informasi yang diperoleh di lapangan selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan tindak lanjut program.
Semoga Allah memberikan ketabahan dan kemudahan kepada sang ibu dalam membesarkan keempat anaknya. Semoga setiap dukungan yang diberikan oleh masyarakat dan para donatur menjadi sebab hadirnya kehidupan yang lebih baik bagi keluarga tersebut.